Mengenal Konsep dan Operasi Angka Penting, Bikin Kamu Mudah Paham!

Pengukuran adalah sebuah proses penting dalam fisika. Banyak hal dalam fisika yang merupakan hasil dari tindakan ini. Salah satu permasalahan klasik dari proses tersebut adalah hasil pengukuran yang terkadang tidak bulat. Alhasil, kita bingung harus menulis berapa banyak bilangan di belakang koma. Nah, di situlah peran dari angka penting (AP).

Angka penting, juga dikenal sebagai angka signifikan, merupakan bilangan hasil pengukuran yang benar-benar menggambarkan nilai dari yang kita ukur. Bilangan tersebut juga berfungsi untuk memperlihatkan seberapa presisi dan akurat sebuah hasil pengukuran.

Terdapat beberapa aturan dalam menggunakan si AP ini. Berikut ini adalah aturan dan cara melakukan operasi dasar terhadapnya. Simak sampai habis, ya!

1. Konsep Angka Penting

Konsep Angka Penting. Pexels
Angka penting adalah angka yang menggambarkan hasil pengukuran

Ketika melakukan melakukan pengukuran, Sobat akan mendapatkan suatu nilai hasil, kan? Walaupun angka penting berguna untuk menentukan besarnya pengukuran, nilai hasil yang kamu dapatkan tidak semuanya tergolong bilangan tersebut. Adapun yang tergolong AP:

  • Semua bilangan selain nol

Pada 1456,12, semuanya termasuk kategori ini. Jadi, terdapat 6 AP.

  • Semua nol yang berada di antara bilangan bukan nol

Untuk bilangan 3006, terdapat 4 AP.

  • Pada bilangan dengan angka di belakang koma, jika sebelah kiri koma memiliki bilangan bukan nol, maka nol setelah koma adalah AP

Untuk bilangan 80,000, terdapat 6 AP. Di sisi lain, pada 0,0014, hanya terdapat 2 AP, yakni 1 dan 4.

  • Pada bilangan tanpa angka di belakang koma, bilangan nol di akhir masih menjadi perdebatan kategorinya

Pada 3060, ada yang berpendapat terdiri dari 4 AP (3, 0, 6, dan 0), ada pula yang mengatakan 3 AP (3, 0, 6). Sesuaikan dengan kesepakatan guru. Walaupun begitu, praktik yang lebih umum cenderung tidak menganggap 0 di paling kanan sebagai bilangan bulat sehingga harus menggunakan notasi ilmiah. Pada contoh, bentuk bilangannya menjadi 306 x 101.

2. Pembulatan Angka Penting

Pembulatan Angka Penting. Pexels
Pembulatan adalah operasi yang sering kita gunakan

Setelah mengetahui aturannya, saatnya beralih ke operasi yang paling sering dilakukan, yaitu pembulatan. Berikut adalah aturan dalam membulatkan AP:

  • Tentukan bilangan yang akan kita bulatkan ke dalam berapa digit AP.
  • Untuk digit-digit yang akan kita bulatkan, jika nilainya kurang dari, bulatkan tanpa menambahkan 1 di digit setelahnya.
  • Apabila digit-digit yang akan kita bulatkan nilainya lebih dari 5, bulatkan dengan menambahkan 1 di digit setelahnya
  • Semisal nilainya sama dengan 5, lihat digit setelahnya. Jika digitnya genap, bulatkan tanpa menambah 1. Sebaliknya, jika digitnya ganjil, bulatkan dengan menambah 1.

Sebagai contoh, terdapat 0,012475. Bilangan tersebut terdiri dari 5 AP. Jika ingin membulatkannya menjadi 4 AP, Sobat tinggal melihat bilangan 5-nya. Karena digit setelahnya ganjil, hasil pembulatannya berupa 0,01248. Jika ingin mengubahnya menjadi 2 AP, maka proses pembulatannya adalah

0,01248 => 0,0125

0,0125 => 0,012

3. Pertambahan dan Pengurangan

Pertambahan dan Pengurangan. Pexels
Pertambahan atau pengurangan menggunakan konsep ketidaktelitian

Pada operasi pertambahan dan pengurangan, Sobat SimulasiKu akan menggunakan istilah angka tidak teliti. Suatu bilangan disebut lebih tidak teliti jika mantisanya (angka di belakang koma) lebih sedikit digitnya.

Nah, pada pertambahan dan pengurangan, tinggal operasikan kedua nilangan yang menjadi fokus kita. Setelah itu, untuk menentukan banyak digit mantisanya, ikuti banyak digit mantisa yang paling sedikit dari kedua bilangan sebelumnya.

Misalnya, Sobat hendak menambahkan 1,35 dengan 10,1. Maka, tambahkan dulu seperti biasa menjadi 11,45. Karena 10,1 memiliki mantisa paling sedikit (1 mantisa), hasil akhirnya pun harus demikian juga. Setelah itu, bulatkan 11,45 agar menjadi 1 mantisa hingga akhirnya menghasilkan 11,4. Gampang, kan?

Baca juga: Definisi, Konsep, dan Rumus Dasar Dimensi Tiga Matematika SMA

4. Perkalian

perkalian. Pexels
Perkalian menggunakan digit angka penting terkecil

Pada perkalian antara dua bilangan, hasil akhirnya adalah bilangan dengan jumlah digit AP yang paling sedikit di antara dua bilangan pengalinya. Sebagai contoh, kita ingin mengalikan 8,545 dan 0,0908.

Bilangan 8,545 memiliki 4 AP, sementara 0,0908 memiliki 3 AP. Hasil kalinya adalah 0,775886. Karena digit AP paling kecil bilangan pembangunnya adalah 3 digit, hasil akhirnya harus kita bulatkan menjadi 0,776.

Bagaimana jika hasil akhirnya memiliki angka penting lebih kecil dari bilangan pembangunnya? Mudah, tinggal tambahkan mantisa 0 hingga jumlahnya sesuai.

Jika kita ingin mengalikan 25 dengan 4.0, hasilnya akan menjadi 100 dengan 1 AP. Untuk menyesuaikan dengan aturan, ubah ke notasi ilmiah menjadi 1 x 102. Selanjutnya, tambahkan 1 mantisa 0. Hasil akhirnya adalah 1.0 x 102 yang sudah sesuai dengan aturan.

5. Pembagian

pembagian angka penting. Pexels
Pembagian adalah invers dari perkalian sehingga aturannya sama

Kalau aturan angka penting untuk pembagian, bagaimana? Pembagian adalah operasi invers dari perkalian sehingga aturannya sama persis. Hasil pembagian harus memiliki digit AP yang sama dengan digit kategori serupa yang paling kecil dari bilangan pembangunnya.

Gimana, Sobat SimulasiKu? Mudah, kan, materi angka penting? Topik ini sangat berguna untuk bab-bab fisika ke depannya karena menjadi aturan dalam menuliskan jawaban. Begitu juga ketika Sobat sudah memasuki perkuliahan. Tak jarang, banyak guru menerapkan aturan ini untuk membiasakan muridnya dalam menulis jawaban. Jadi, pahami betul-betul, ya!

Untuk selanjutnya, Sobat bisa belajar materi fisika lainnya lewat SimulasiKu, lo! Website tersebut memiliki video pembelajaran, bimbel intensif, dan juga try out. Lengkap banget, kan? Makanya, coba sekarang juga, kuy!

Baca juga: 4 Rumus Dasar dalam Kaidah Pencacahan, Pelajari, yuk!

Editor: Fria Sumitro

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Contact Us