4 Jenis Data Statistik yang Wajib Kamu Ketahui, Ada Apa Saja?

Statistika adalah salah satu mata pelajaran yang ada pada tingkat SMA, SMP, dan bahkan SD. Operasi-operasi umum yang Sobat jumpai dalam materi ini berupa modus, median, dan mean. Memasuki jenjang yang lebih tinggi, kamu juga perlu mencari standar deviasi, varians, hingga jangkauan. Namun, kamu gak boleh asal pakai karena operasi-operasi tersebut bergantung pada jenis data statistik yang tersedia.

Nah, supaya tidak salah menentukan operasi yang hendak digunakan, lebih baik ketahui dulu jenis data apa saja yang ada pada statistika! Sst, ini juga akan berguna buat Sobat yang mau masuk jurusan yang berkaitan dengan data seperti Aktuaria dan Statistika, lo!

1. Data Nominal, Data Statistik yang Bersifat Kualitatif

Data Nominal, Bersifat Kualitatif. Pexels
Jenis kelamin termasuk ke dalam data nominal

Data nominal adalah jenis data statistik dengan nilai yang bersifat kualitatif. Maksudnya, Sobat tidak bisa melakukan operasi matematis pada nilai dari data tersebut karena bukan tergolong sebagai numerik.

Selain itu, Sobat juga tidak bisa membandingkan apakah data yang satu lebih baik dari yang lain lain karena pada tipe ini, kamu tidak dapat membandingkan kesamaan nilainya antara satu dengan lainnya.

Contoh beberapa data yang termasuk jenis data statistik nominal adalah jenis kelamin, makanan kesukaan, warna rambut, kota asal, dan sebagainya.

2. Data Ordinal, Gak Harus Berupa Nilai Angka

Data Ordinal, Gak Harus Berupa Nilai Angka. Pexels
Rating yang sering kita temui pada aplikasi online juga termasuk data ordinal

Data ordinal ini sekilas mirip dengan data nominal, tetapi bisa menggunakan operasi pengurutan. Walaupun dapat menggunakan operasi tersebut, tipe ini tidak harus berupa nilai angka, lo! Sebagai contoh, pada statistik penilaian restoran, nilainya bisa berupa “sangat bagus”, “bagus”, ataupun “kurang bagus”.

Pada contoh angka, bisa berupa range gaji, seperti “Rp4 juta–Rp8 juta” dan “Rp8 juta–Rp16 juta”. Perlu menjadi perhatian bahwa walaupun bentuknya berupa range, tetapi antar-range tidak terdistribusi secara merata sehingga masuk ke data ordinal. Selain itu, kita tidak bisa melakukan operasi matematis antardata karena angka pada nilai tersebut hanya sekadar label, bukan sebuah bilangan numerik.

Tipe data statistik ini paling bagus untuk menjelaskan seputar pemeringkatan di mana antardatum satu bisa kita lihat apakah lebih baik daripada datum yang lainnya.

Baca juga: Mengenal Konsep dan Operasi Angka Penting, Bikin Kamu Mudah Paham!

3. Data Rasio, Menunjukkan Perbandingan Nilai dalam Skala Tertentu

Ketinggian adalah salah satu contoh rasio. Pexels
Ketinggian adalah salah satu contoh data rasio

Seperti namanya, jenis data statistik ini adalah rasio/perbandingan antara nilai suatu data dengan skala tertentu. Karena skalanya tetap, jarak antara satu nilai ke lainnya pun menjadi tetap dan terstandardisasi. Data ini juga termasuk data kuantitatif sehingga operasi matematis berlaku di sini.

Salah satu ciri umum dari data rasio adalah adanya nilai nol absolut. Meskipun sama-sama bilangan, nol absolut di sini memiliki arti lebih, yaitu menggambarkan ketiadaan. Karena menggambarkan ketiadaan, tidak ada data rasio yang memiliki nilai di bawah nilai nol absolut.

Contoh yang paling mudah adalah data ketinggian. Tinggi 60 cm memiliki selisih jarak yang sama antara 70 cm dengan 50 cm, kan? Ketinggian pun juga tidak ada yang bernilai negatif.

Di samping itu, Sobat dapat mengurutkan ketinggian dari yang tertinggi hingga ke terendah dan juga menambahkannya. Sebagai contoh, menambahkan 70 cm dengan 50 cm merupakan perhitungan yang logis dan valid. Semua itu karena adanya besaran yang sama dan standar.

4. Data Interval, Tidak Mengenal Nol Absolut

skala suhu dalam Celsius atau Fahrenheit. Pexels
Contoh paling umum pada data interval adalah skala suhu dalam Celsius atau Fahrenheit

Sekilas, rasio dan interval adalah dua jenis data statistik yang mirip. Keduanya sama-sama bersifat kuantitatif, bisa memiliki besaran, dan distribusi antarnilai yang sama. Walaupun begitu, perbedaan paling menonjol adalah interval tidak mengenal nol absolut.

Bagi interval, 0 adalah angka yang sama dengan angka-angka lainnya. 0 tidak menggambarkan ketiadaan, ia hanyalah nilai sesuatu. Oleh karena itu, ia bisa bertanda negatif.

Sesuai namanya, interval bertipe data-data yang merupakan selang dari 2 data. Sebagai contoh, skala Celsius adalah skala Kelvin dengan pengurangan sebesar 273. Karena sifatnya interval, kita pun menggunakan simbol derajat pada Celsius, tetapi tidak pada Kelvin.

0 derajat pada Celsius pun bukan menggambarkan keadaan paling bawah dari skalanya, melainkan hanya keadaan biasa. Sebaliknya, 0 pada Kelvin menggambarkan kondisi atom yang sama sekali diam sehingga menjadi nol mutlak.

5. Operasi Statistik pada Jenis Data Statistik

Operasi Statistik pada Jenis Data Statistik. Pexels
Tidak semua tipe data dapat dianalisis dengan cara yang sama

Mengapa harus tahu jenis-jenis data statistik? Selain karena tipe yang berbeda dapat menghasilkan hasil kesimpulan dan cara menganalisis yang berbeda pula, perlu kamu ketahui kalau tidak semua operasi statistik dapat diterapkan pada semua tipe data.

Sebagai contoh, karena nominal tidak memiliki urutan dan tidak bersifat kuantitatif, Sobat hanya bisa melakukan grouping atau pengklasifikasian ke dalam grup yang nilainya sama dan mencari modusnya. Ordinal bisa menggunakan modus, median, dan jangkauan. Rasio bisa menggunakan modus, median, rata-rata, standar deviasi, jangkauan, dan varians. Yang terakhir, interval dapat melakukan semua operasi statistik.

Wah, lumayan banyak, ya, jenis data statistik? Sekarang, Sobat SimulasiKu bisa membedakan antarjenis datanya dan gak salah lagi dalam melakukan hitungan pada materi Statistika. Jangan sampai datanya tentang warna rambut, tetapi Sobat malah mencari rata-ratanya, ya!

Untuk belajar lebih lanjut soal statistika dan materi lainnya, Sobat bisa mengunjungi laman website SimulasiKu. Di dalamnya, ada video pembelajaran semua pelajaran UTBK, bimbel intensif bareng tutor berpengalaman, sampai try out! Yuk, persiapkan masuk perguruan tinggi bareng SimulasiKu!

Baca juga: Perbedaan Perkalian Vektor dan Skalar, Sudah Tahu Belum?

Editor: Fria Sumitro

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Contact Us