Stoikiometri, Materi Kimia yang Paling Sering Diujikan di UTBK

Sobat SimulasiKu tentu sudah tidak asing lagi, bukan, dengan Stoikiometri? Bagi kamu yang berencana mengambil UTBK Saintek, wajib banget, nih, menguasai materi Stoikiometri.

Sebagian orang menilai bahwa materi stoikiometri adalah materi kimia yang susah untuk dipahami. Akan tetapi, jangan khawatir karena SimulasiKu akan merangkum materi stoikiometri yang sering diujikan di UTBK. Yuk, simak penjelasannya di bawah ini!

1. Pengertian Umum

tabel periodik dalam stoikiometri
Perhitungan stoikiometri berlaku untuk unsur, senyawa, dan campuran

Stoikiometri berasal dari bahasa Yunani, yaitu “stoicheion” yang berarti unsur atau partikel, serta “metron” yang berarti perhitungan. Jadi, stoikiometri merupakan ilmu yang mempelajari seluruh perhitungan kimia. Tidak hanya berlaku pada unsur saja, melainkan mencakup perhitungan senyawa maupun campuran.

Baca juga: 5 Trik Belajar Efektif dalam Waktu Singkat, Apa Saja?

2. Hukum Dasar

hukum dasar kimia dalam stoikiometri
Ada 5 hukum dasar dalam kimia stoikiometri

Dalam stoikiometri, ada lima hukum dasar yang menjadi pedoman. Kelima hukum tersebut meliputi Hukum Kekekalan Massa, Hukum Perbandingan Tetap, Hukum Perbandingan Berganda, Hukum Gay Lussac, dan Hipotesis Avogadro. 

a. Hukum Kekekalan Massa 

Hukum Lavoisier atau Hukum Kekekalan Massa menyatakan bahwa massa zat sebelum dan sesudah reaksi akan selalu sama. Contohnya, massa kayu yang belum dibakar memiliki massa yang sama dengan hasil pembakarannya.

b. Hukum Perbandingan Tetap

Pada tahun 1799, Joseph Proust mencetuskan “Hukum Perbandingan Tetap” yang menyatakan bahwa perbandingan massa unsur-unsur penyusun suatu senyawa selalu tetap. Sebagai contoh, perbandingan massa Hidrogen dan Oksigen dalam air adalah 1:8, tidak bergantung pada jumlah air yang dianalisis.

c. Hukum Perbandingan Berganda 

Hukum perbandingan berganda (Hukum Dalton) memiliki bunyi, “Jika dua unsur dapat membentuk dua senyawa atau lebih, dan massa salah satu unsur sama, maka perbandingan massa unsur kedua berbanding sebagai bilangan bulat dan sederhana.”

d. Hukum Gay Lussac

Hukum Gay Lussac atau Hukum Perbandingan Volume berasal dari penelitian ilmuwan asal Prancis, yaitu Joseph Gay Lussac. Lussac mengambil kesimpulan bahwa perubahan volume gas dipengaruhi oleh suhu dan tekanan.

e. Hipotesis Avogadro

Hipotesis Avogadro melengkapi hukum dasar kimia dalam stoikiometri. Seorang ilmuwan asal Italia, Amadeo Avogadro menyatakan bahwa partikel unsur tidak selalu berupa atom yang berdiri sendiri, melainkan bisa berbentuk molekul unsur. Contohnya, H2, O2, dan N2.

Berdasarkan pemikiran tersebut, Avogadro berhasil menjelaskan Hukum Gay Lussac dan membuat hipotesis, yaitu pada tekanan dan suhu yang sama, perbandingan gas yang memiliki jumlah volume sama akan mempunyai jumlah molekul yang sama pula. 

Baca juga: 5 Strategi Persiapan UTBK untuk Gap Year, Apa Saja?

3. Konsep Penting

Konsep mol adalah aspek penting dari perhitungan kimia

Agar semakin menguasai materi Stoikiometri, ada beberapa konsep kimia yang harus kamu pahami. 

a. Massa Atom Relatif (Ar)

Massa atom relatif merupakan perbandingan massa suatu atom dengan 1/12 kali massa suatu atom isotop karbon-12 atau C-12. 

b. Massa Molekul Relatif (Mr)

Suatu molekul merupakan gabungan dari atom-atom suatu unsur. Jadi, Mr merupakan jumlah Ar atom-atom penyusunnya. 

c. Konsep Mol

Mol adalah jumlah suatu zat. Oleh karena itu, satu mol suatu unsur menyatakan banyaknya unsur tersebut sehingga:

  • Massanya (dalam gram) sama dengan nilai Ar-nya
  • Jumlah partikelnya sebanyak 6,02 x 1023 atom
  • Jika wujudnya gas, volumenya dalam keadaan STP sebesar 22,4 liter

Pada keadaan tidak standar, volume gas mengikuti persamaan PV = nRT.

d. Molaritas

Molaritas adalah jumlah mol zat terlarut dalam setiap 1 liter larutan. Rumus umum molaritas adalah M = n/V.

4. Langkah Perhitungan

langkah perhitungan stoikiometri
Langkah-langkah untuk memudahkanmu dalam perhitungan

Dalam penentuan jumlah pereaksi dan hasil reaksi, kamu dapat menggunakan satuan mol untuk memudahkan perhitungan. Metode ini dinamakan metode pendekatan mol, dengan langkah-langkah perhitungan sebagai berikut:

  • Menyetarakan reaksi pada soal yang ditanyakan
  • Mengubah semua satuan zat ke dalam mol
  • Menggunakan koefisien reaksi untuk menyeimbangkan reaktan dengan produk
  • Mengubah satuan zat yang ditanyakan ke dalam satuan yang sesuai, misalnya liter, gram, dan sebagainya

Baca juga: Ikatan Kovalen: Definisi, Klasifikasi, dan Contohnya

5. Pereaksi Pembatas

pereaksi pembatas
Pereaksi pembatas, zat yang habis lebih dahulu dalam reaksi kimia

Tak kalah penting, Stoikiometri juga mengenal yang namanya pereaksi pembatas atau zat yang habis lebih dahulu dalam suatu reaksi. Hal ini terjadi karena dalam suatu reaksi kimia, perbandingan mol zat-zat pereaksi yang ditambahkan tidak selalu sama dengan perbandingan koefisien reaksinya.

Apabila zat-zat yang bereaksi tidak ekuivalen, maka salah satu pereaksi akan habis lebih dahulu, sedangkan pereaksi lain bersisa. Cara untuk menentukan pereaksi pembatas, yaitu dengan membagi semua mol reaktan dengan koefisiennya. Reaktan yang memiliki nilai hasil bagi terkecil merupakan pereaksi pembatas.

6. Contoh Soal

latihan soal stoikiometri
Latihan soal adalah hal terpenting dalam mempelajari suatu materi

Nah, setelah mempelajari materi, ada baiknya kamu juga berlatih soal-soal UTBK tahun sebelumnya agar semakin familier dengan tipe-tipe soal Stoikiometri. Berikut, SimulasiKu telah menyiapkan salah satunya!

Diketahui suatu senyawa terdiri dari 75% C, sisanya hidrogen. Apabila massa atom relatif H=1 dan C=12, maka rumus empiris senyawa itu adalah ….

Pembahasan:

% senyawa = %C + %H

100% = 75% + %H

%H = 25%

Rumus empiris =

mol C : mol H

(massa C/Ar C) : (massa H/Ar H)

(75 gram/12) : (25 gram/1)

6,25 : 25

= 1: 4

Jadi, rumus empiris senyawa tersebut adalah CH4.

Itulah penjelasan singkat mengenai materi Stoikiometri beserta contoh soalnya. Agar persiapan UTBK-mu semakin mantap, ayo belajar bersama SimulasiKu! Kamu bisa mengakses video materi, mengikuti bimbel intensif UTBK, serta berlatih soal-soal Try Out. Tunggu apa lagi? Segera daftarkan dirimu!

Editor: Arin Khurota

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Contact Us