Kloning DNA, Penerapan Bioteknologi Modern Paling Fenomenal

Dewasa ini, bioteknologi modern telah banyak berperan dalam berbagai aspek kehidupan, seperti bidang medis, pangan, maupun pertanian. Apakah kamu pernah mendengar mengenai domba dolly? Yap, domba dolly merupakan objek penelitian dari penerapan bioteknologi paling fenomenal, yaitu kloning. 

Kali ini, SimulasiKu akan membahas mengenai bioteknologi modern dan kloning DNA sebagai salah satu aplikasinya, mengingat bioteknologi merupakan salah satu materi yang paling sering keluar di UTBK. Yuk, simak!

1. Apa Itu Bioteknologi?

apa itu bioteknologi modern
Bioteknologi mempelajari makhluk hidup, termasuk mikroorganisme

Sebenarnya apakah kamu tahu bioteknologi itu apa? Bioteknologi adalah cabang ilmu yang mempelajari pemanfaatan makhluk hidup (bakteri, fungi, virus, dan lain-lain) maupun produk dari makhluk hidup (enzim, alkohol) dalam proses produksi untuk menghasilkan barang dan jasa.

Bukan hanya ilmu biologi yang mendasari perkembangan bioteknologi, tetapi juga ilmu-ilmu lainnya, seperti biokimia, komputer, biologi molekuler, mikrobiologi, genetika, kimia, matematika, dan sebagainya. Dengan kata lain, bioteknologi adalah ilmu terapan yang menggabungkan berbagai cabang ilmu dalam proses produksi barang dan jasa.

Baca juga: Stoikiometri, Materi Kimia yang Paling Sering Diujikan di UTBK

2. Perbedaan Bioteknologi Modern dengan Konvensional

perbedaan bioteknologi modern dan bioteknologi konvensional
Vaksin adalah salah satu penerapan bioteknologi modern

Bioteknologi terbagi menjadi dua jenis, yaitu bioteknologi konvensional dan bioteknologi modern. Apa perbedaannya? Bioteknologi konvensional memiliki ruang lingkup yang terbatas pada peran mikroorganisme dengan menggunakan teknik fermentasi dalam skala kecil. Dalam proses pembuatannya pun sering kali masih menggunakan peralatan yang sederhana. Contohnya, antara lain pembuatan tempe, tape, roti, keju, yoghurt, dan kecap. 

Sementara itu, bioteknologi modern merupakan suatu teknik yang telah melibatkan rekayasa genetika sehingga mampu menghasilkan DNA rekombinan dan organisme transgenik untuk memperoleh produk yang diinginkan. Alat-alatnya pun telah canggih dan modern.

Contoh produk bioteknologi modern adalah profil DNA, kloning DNA, analisis genom, transgenesis, xenotransplantasi, sel punca dan rekayasa jaringan, bayi tabung, antibiotik, serta vaksin.

3. Kloning DNA: Prinsip dan Jenisnya

kloning DNA
Domba dolly, hewan yang pertama kali berhasil dikloning

Bagi kamu yang sudah pernah menonton film tentang kloning, pasti sudah tidak asing lagi dong, ya, dengan istilah yang satu ini.

Kloning merupakan salah satu penerapan bioteknologi modern paling fenomenal yang pernah terjadi. Melansir dari National Human Genome Research Institute, kloning adalah suatu proses untuk menghasilkan salinan genetik yang identik dari suatu entitas biologi. 

Prinsip kerja kloning adalah menyalin susunan DNA dari suatu individu dan memasukkannya ke dalam suatu embrio untuk menggantikan materi genetik embrio tersebut. Hasilnya, embrio yang tumbuh akan menghasilkan individu baru dengan materi genetik yang sama persis dengan individu yang dikloning. 

Menurut Medline Plus, ada tiga jenis kloning, yaitu kloning gen, kloning reproduksi, dan kloning terapeutik. Kloning gen adalah penyalinan suatu gen untuk mendapatkan sifat unggul tertentu dari suatu spesies.  Sementara itu, Kloning reproduksi dilakukan untuk menghasilkan klon yang sama persis dengan induknya. Salah satu kloning reproduksi yang paling terkenal adalah kloning domba dolly. 

Terakhir, kloning terapeutik adalah proses kloning untuk menghasilkan sel induk embrionik. Kloning terapeutik bertujuan untuk meminimalkan penolakan organ donor oleh tubuh pasien.

Lantas, bagaimana dengan kloning pada manusia? Sejauh ini, kloning pada manusia masih menimbulkan perdebatan karena dianggap menyalahi kode etik dan sulit dilakukan secara teknis.

Baca juga: 5 Fakta Menarik Seputar Jurusan Agribisnis, Apa Saja?

4. Dampak Positif dan Negatif Kloning

dampak kloning
Kloning berperan terhadap kemajuan sains

Sudah menjadi hukum alam, setiap penemuan pasti memiliki dampak positif dan dampak negatifnya masing-masing.

Dampak positif kloning bagi kehidupan, antara lain:

  • Teknik kloning merupakan alternatif untuk melestarikan hewan langka.
  • Meningkatkan ketersediaan bahan pangan dengan melakukan kloning pada hewan ternak.
  • Berperan dalam menghasilkan sel, jaringan, atau organ yang sesuai untuk pengobatan akibat kelainan atau gangguan fungsi organ.
  • Membantu menumbuhkan spesies baru yang bebas penyakit keturunan.
  • Teknik kloning sangat berperan terhadap kemajuan bidang sains.

Adapun, dampak negatif dari kloning adalah sebagai berikut:

  • Penyalahgunaan teknik kloning seperti menciptakan spesies baru yang bertentangan dengan nilai kemanusiaan.
  • Individu yang dihasilkan sangat rentan terhadap suatu penyakit karena teknik kloning menghasilkan individu yang tidak memiliki sistem imunitas.
  • Menghasilkan spesies yang monoton karena DNA maupun sifat dan fisik hasil kloning sama persis dengan induknya.
  • Individu baru dari teknik kloning cenderung memiliki masa hidup yang sama dengan induknya karena sel-selnya berasal dari sang induk.

Itulah penjelasan mengenai bioteknologi modern dan kloning DNA sebagai salah satu contoh penerapannya. Sebagai informasi, SimulasiKu menyediakan video materi yang dapat membantu kamu dalam belajar. Tak hanya itu, kamu juga bisa mengikuti bimbel intensif UTBK dan Try Out online setiap minggunya, lo! Yuk, cek sekarang juga!

Editor: Arin Khurota

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Contact Us