Hereditas pada Manusia, Materi Biologi Kelas 12 di UTBK

Hereditas pada manusia merupakan salah satu materi biologi kelas 12 yang paling penting karena sering muncul pada soal UTBK Saintek. Namun, tak sedikit yang menganggap materi tentang pewarisan sifat ini cukup rumit dan memusingkan, bukan?

Oleh karena itu, SimulasiKu akan membagikan informasi seputar hereditas, mulai dari istilah-istilah umum, hukum dasar, dan yang tak kalah penting, pola hereditas pada manusia. Yuk, simak baik-baik, ya!

1. Apa Itu Hereditas?

genetik dan hereditas
DNA adalah pengendali sifat-sifat genetik

Secara umum, hereditas adalah pewarisan sifat-sifat fisik, biokimia, dan perilaku dari suatu makhluk hidup pada keturunannya. Substansi genetika yang mengendalikan sifat-sifat menurun ini adalah asam nukleat, atau mungkin kamu lebih mengenalnya dengan sebutan DNA (deoxyribonucleic acid).

DNA ini terletak di dalam gen, sedangkan gen sendiri terkandung dalam kromosom yang terletak dalam inti sel. Adapun, keturunan yang berasal dari perkawinan antar individu akan mempunyai perbandingan fenotipe maupun genotipe yang mengikuti pola tertentu. Aturan-aturan dalam pewarisan sifat ini kemudian disebut dengan pola hereditas.

Baca juga: Kloning DNA, Penerapan Bioteknologi Modern Paling Fenomenal

2. Istilah dalam Hereditas

hereditas pada manusia
Tinggi badan adalah salah satu contoh fenotipe

Mungkin sebagian dari kamu masih tidak familier dengan sebutan fenotipe, genotipe, dan yang lainnya. Nah, agar Sobat tidak bingung, berikut ini beberapa istilah yang sering muncul dalam materi hereditas:

  • Parental: Induk atau orang tua; simbolnya P.
  • Filial: Keturunan dari perkawinan parental. Keturunan pertama disingkat F1, keturunan kedua F2, dan seterusnya.
  • Dominan: Sifat yang lebih sering muncul pada keturunan, atau dengan kata lain sifat ini mampu mengalahkan sifat pasangannya dalam suatu perkawinan.
  • Resesif: Sifat pada keturunan yang dapat dikalahkan oleh sifat pasangannya.
  • Genotipe: Komposisi gen yang menentukan sifat menurun, simbolnya adalah sepasang huruf. Contohnya, homozigot yang terdiri dari sifat dominan saja (NN) atau resesif saja (nn). Sedangkan heterozigot adalah genotip yang tersusun dari sifat dominan dan resesif (Nn).
  • Fenotipe: Sifat makhluk hidup yang dapat teramati secara fisik. Misalnya, rasa buah manis, rambut lurus, bentuk buah bulat, dan tinggi rendahnya badan.
  • Alel: Pasangan gen yang mempunyai sifat alternatif sesamanya.

3. Hukum Dasar Pewarisan Sifat

dasar pewarisan sifat
Hukum Mendel menjadi dasar pewarisan sifat

Sebagai aspek penting dalam pelajaran genetika, Hukum Mendel adalah hukum yang menerapkan pola dan mekanisme pewarisan sifat. Hukum Mendel terdiri dari Hukum Mendel I dan Hukum Mendel II.

a. Hukum Mendel I

Hukum Mendel I atau Hukum Segregasi menyatakan bahwa pembentukan gamet pada individu akan menyebabkan terjadinya pemisahan alel secara bebas. Bukti dari hal ini adalah persilangan monohibrid, yaitu persilangan dengan satu sifat saja yang berbeda.

b. Hukum Mendel II

Dalam Hukum Mendel II (Hukum Asortasi), setiap gen atau sifat dapat berpasangan secara bebas dengan gen atau sifat lain yang tidak sealel pada waktu pembentukan gamet. Jika Hukum Mendel I berlaku untuk persilangan monohibrid, maka hukum mendel II menjelaskan persilangan dihibrid atau persilangan dengan dua sifat yang berbeda.

Baca juga: Stoikiometri, Materi Kimia yang Paling Sering Diujikan di UTBK

4. Pola Hereditas pada Manusia

pola hereditas
Sistem golongan darah ABO

Nah, setelah kamu memahami istilah-istilah dan hukum dasar pewarisan sifat, sekarang bagaimana dengan pola hereditas pada manusia? Salah satu bentuk genetika manusia adalah golongan darah. Yap, Sobat pasti sudah tahu betul dong, ya, kalau golongan darah ini memiliki sifat turun-temurun.

Pada umumnya, golongan darah pada manusia dapat terbagi menjadi tiga golongan yang berbeda. Apa saja? Sistem golongan darah ABO, sistem golongan darah rhesus, dan sistem golongan darah MN. Berikut penjelasan singkatnya:

  • Sistem ABO: Sistem yang ditentukan oleh tiga macam alel, yaitu IA, IB, dan IO.
  • Sistem Rhesus: Sistem ini terdiri dari gen Rh dan juga gen rh. Gen Rh untuk jenis rhesus positif (+), dan gen rh untuk rhesus negatif (-). Alel Rh memiliki sifat yang dominan terhadap rh.
  • Sistem MN: Dua macam alel yang menentukan jenis ini adalah alel LM dan alel LN.

5. Penyakit Menurun pada Manusia

penyakit menurun pada manusia
Albino, salah satu kelainan genetik pada manusia

Meskipun tidak menular, penyakit menurun pada manusia ini cenderung sulit atau bahkan tidak bisa disembuhkan karena adanya kelainan di dalam gen. Ada dua faktor yang dapat menyebabkan penyakit genetik ini, yaitu melalui autosom (terpaut kromosom tubuh) atau melalui genosom (terpaut kromosom seks).

Baca juga: Ikatan Kovalen: Definisi, Klasifikasi, dan Contohnya

a. Kelainan yang Terpaut Autosom

  • Albino, suatu penyakit bawaan yang terjadi karena tubuh penderita tidak dapat membentuk suatu enzim untuk mengubah pigmen melanin dari tirosin, yang mana dikendalikan oleh gen resesif a. Orang normal mempunyai genotipe AA atau normal carrier (pembawa) dengan genotipe Aa, sedangkan seorang albino lahir dari pasangan yang keduanya carier.
  • Polidaktili, suatu kelainan oleh adanya gen dominan. Penderita polidaktili lahir dari pasangan yang sama-sama polidaktili heterozigot, atau dari pasangan yang normal dengan polidaktili.
  • Brakidaktili, kelainan berupa memendeknya jari karena memiliki ruas yang pendek. Kelainan seperti ini dapat terjadi karena adanya gen dominan (B) dengan sifat letal.

b. Kelainan yang Terpaut Kromosom Seks

  • Webbed toes, kelainan sifat berupa pertumbuhan selaput di antara jari-jari, seperti pada kaki bebek. Faktor yang menyebabkan kelainan ini adalah gen resesif (wt).
  • Hystrix gravior, suatu kelainan yang mana terdapat pertumbuhan rambut panjang dan kasar sehingga mirip seperti duri landak. Munculnya sifat ini dikendalikan oleh adanya gen resesif (hg).

c. Gen Abnormal yang Terpaut Kromosom X

  • Hemofilia, penyakit genetik di mana ketika penderita mengalami luka, darahnya akan sulit membeku. Penyebabnya adalah kegagalan saat membentuk enzim tromboplastin, yaitu suatu enzim untuk pembekuan darah.
  • Buta Warna, suatu kelainan yang mana sel kerucut pada retina tidak peka akan adanya cahaya berwarna.
  • Anodontia, kelainan di mana penderitanya tidak mengalami pertumbuhan gigi.

Nah, itulah penjelasan mengenai hereditas pada manusia, mulai dari definisi umum, hukum dasar, hingga kelainan-kelainannya. Sebagai informasi tambahan, kamu dapat melihat materi-materi lainnya lewat video pembelajaran yang ada di SimulasiKu. Tak hanya itu, kamu juga bisa mengikuti bimbel dan try out online UTBK, lo! Yuk, segera ikutan!

Editor: Arin Khurota

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Contact Us