5 Tugas Diplomat ini Bikin Kamu Mau Masuk Hubungan Internasional!

Sudah bukan rahasia lagi bahwa banyak mahasiswa jurusan Hubungan Internasional (HI) yang ingin berkarier menjadi seorang diplomat. Berkutat dengan dinamika politik global dan terlibat dalam sidang-sidang internasional menjadi daya tarik utama peran ini. Namun, sebenarnya apa itu diplomat?

Diplomat merupakan individu yang menjadi perwakilan pemerintahan negara asalnya serta memiliki wewenang untuk memperjuangkan kepentingan negaranya. Orang kepercayaan ini kelak akan ditempatkan di negara penerima maupun organisasi internasional. 

Banyak yang mengira perannya adalah untuk membuat keputusan-keputusan penting serta beradu argumen dengan negara lain. Namun, apakah anggapan tersebut benar? Nah, buat kamu yang punya rencana menjadi seorang diplomat, cek dulu lima tugasnya berikut ini, yuk!

1. Representing Function (Fungsi Mewakili) Seorang Diplomat

Representing Function (Fungsi Mewakili) Seorang Diplomat. Pexels
Diplomat menjadi citra negaranya di mata negara lain

Pada dasarnya, pemerintahan pusat suatu negara beserta kementerian luar negerinya memiliki keterbatasan dalam menyelesaikan masalah. Keterbatasan itu bisa saja berupa waktu, jarak, hingga topik yang sedang menjadi fokus. Oleh karena itulah, mereka mengutus diplomat.

Para utusan ini nantinya akan datang ke negara penerima untuk melakukan hal-hal diplomatik. Pada kesempatan ini, apa pun keputusan dari sang utusan akan sangat memengaruhi arah kebijakan luar negeri. Oleh karena itu, butuh orang yang kritis dan hati-hati serta memperhatikan detail terhadap perkembangan politik dunia.

2. Protecting Function (Fungsi Proteksi)

Protecting Function (Fungsi Proteksi). Pexels
Diplomat harus melindungi kepentingan negara dan keselamatan warganya

Selanjutnya adalah fungsi proteksi. Sesuai namanya, diplomat harus mendahulukan dan mempertahankan kepentingan negara representasi dan seluruh warga negaranya, baik yang berada di negara asal maupun di negara penerima. 

Kepentingan yang agen ini usahakan meliputi banyak hal, mulai dari kebudayaan, perdagangan, ekonomi, sampai mengurus warga negara asalnya yang ingin tinggal di negara penerima. Selain itu, diplomat juga membantu mengurus segala keluhan dari warga negara representasinya dan meneruskan ke pemerintah negara penerima, termasuk mendampingi mereka dalam proses hukum sehingga mendapat keadilan.

Baca juga: Suka Politik? Simak Info Kuliah dan Prospek Kerja Hubungan Internasional!

3. Negotiating Function (Fungsi Negosiasi) Seorang Diplomat

Negotiating Function (Fungsi Negosiasi) Seorang Diplomat. Pexels
Diplomat harus mampu bernegosiasi untuk mencapai jalan keluar yang menguntungkan

Negosiasi adalah salah satu esensi dari diplomasi. Proses ini menjadi titik kunci bagi arah kebijakan luar negeri suatu negara. Diplomat yang melakukannya pun bukan orang sembarangan dan biasanya merupakan orang kepercayaan pemerintahnya. 

Negosiasi di sini berarti mencari jalan keluar suatu permasalahan hingga terbentuk suatu kesepakatan. Karena diplomat juga memiliki fungsi representasi dan proteksi, ia harus senantiasa mendahulukan kepentingan apa yang ia wakilkan dan kesejahteraannya sebagai topik utama negosiasi. 

Hal ini juga berlaku manakala terdapat warga negaranya yang tersandung masalah hukum. Jika terdapat ketidakadilan, agen diplomasi dapat bernegosiasi dengan pemerintah negara penerima untuk melindungi hak-hak warga negara tersebut.

4. Reporting Function (Fungsi Laporan)

Reporting Function (Fungsi Laporan). Pexels
Diplomat perlu menyampaikan perkembangan apa yang terjadi di negara penerimanya kepada penanggung jawabnya

Fungsi ini mungkin jarang orang awam ketahui. Di samping hadir dalam sidang dan organisasi internasional, seorang diplomat juga bertugas mengamati peristiwa apa saja yang sedang terjadi di negara penerima dan melaporkannya kepada negara asal. 

Ia juga harus mampu proaktif membandingkan apa yang sebenarnya terjadi dengan berita yang muncul di media, baik internasional, lokal, atau media negara asalnya. Itulah mengapa terkadang seorang reporter menjadikan duta besar sebagai narasumber tentang perkembangan suatu peristiwa di negaranya.

5. Promoting Function (Fungsi Promosi)

Promoting Function (Fungsi Promosi). Pexels
Promosi kebudayaan akan mengembangkan hubungan baik antarnegara

Pernah lihat pameran kebudayaan Indonesia di negara lain saat hari-hari penting? Nah, itu salah satu tugas utama diplomat, lo! Seorang agen diplomasi harus mempromosikan segala hal tentang negara representasinya untuk mengembangkan banyak hal, mulai dari sektor ekonomi, pariwisata, hingga perdagangan.

Selain mengembangkan sektor-sektor tadi, promosi juga berfungsi untuk mengembangkan adanya komunikasi antarbudaya di mana kebudayaan lokal akan berinteraksi dengan budaya yang seorang diplomat bawa. Promosi ini pada dasarnya akan mengembangkan hubungan baik antarkedua negara. Hubungan baik tersebut akan memudahkan kerja sama dan membangun interdependensi atau saling ketergantungan.

Setelah mengetahui tugas pokok seorang diplomat, Sobat SimulasiKu masih ragu berkarier di ranah itu? Atau, Sobat malah makin semangat mengejar impian supaya bisa berkuliah di jurusan HI? Jurusan Hubungan Internasional termasuk salah satu jurusan yang ketat, lo! Sobat harus mempersiapkan diri dengan matang.

Nah, SimulasiKu menyediakan, banyak media belajar, nih, mulai dari video pembelajaran, bimbel intensif, sampai try out yang diikuti pelajar seluruh Indonesia. Gak percaya? Mending cek aja sekarang!

Baca juga: 6 Jurusan Soshum Favorit di Universitas Indonesia dan Prospek Kerjanya, Adakah Incaranmu?

Editor: Fria Sumitro

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Contact Us