4 Hal Seputar PIP dan KIP yang Perlu Kamu Ketahui

Dalam rangka mewujudkan pendidikan yang adil dan merata bagi masyarakat, pemerintah Indonesia mengeluarkan Program Indonesia Pintar (PIP). Dengan adanya program ini, kesenjangan akses pendidikan diharapkan bisa terputus. Alhasil, gak ada alasan lagi buat kamu berhenti sekolah. Semua boleh dan semua bisa. Biar kamu makin tahu apa itu PIP serta bagaimana cara membuat Kartu Indonesia Pintar (KIP), yuk simak artikel berikut!

1. Apa Itu PIP?

Jangan pernah putus sekolah karena pemerintah punya program PIP untuk membantumu.
Pemerintah memiliki Program Indonesia Pintar (PIP) untuk bantu kamu terus bersekolah

Mengutip dari laman indonesiapintar.kemdikbud.go.id, pemerintah memiliki Program Indonesia Pintar (PIP) yang terwujud melalui Kartu Indonesia Pintar (KIP). Program ini berbentuk pemberian bantuan tunai pendidikan kepada anak usia sekolah yaitu 6-21 tahun yang berasal dari keluarga miskin, rentan miskin, pemilik Kartu Keluarga Sejahtera (KKS), peserta Program Keluarga Harapan (PKH), yatim piatu, penyandang disabilitas, dan korban bencana alam/musibah. 

PIP sendiri merupakan program kerja sama antara tiga kementerian yaitu Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Kementrian Sosial (Kemensos), dan Kementrian Agama (Kemenag).

Melalui program ini, mereka tetap bisa mendapatkan layanan edukasi sampai tamat pendidikan menengah, baik itu dengan jalur pendidikan formal (SD/MI hingga anak lulus SMA/SMK/MA) ataupun pendidikan non formal (Paket A hingga Paket C serta kursus terstandar). 

2. Tujuan Adanya PIP

PIP ini bertujuan untuk membantu meningkatkan akses pendidikan untuk anak usia 6-21 tahun.
Harapannya, PIP bisa membantu meringankan biaya personal pendidikan

PIP bertujuan untuk meningkatkan akses pendidikan bagi anak usia 6-21 tahun guna mendapatkan layanan edukasi sampai tamat satuan pendidikan menengah. Upaya ini sebagai bentuk dukungan pelaksanaan Pendidikan Menengah Universal/Rintisan Wajib Belajar 12 tahun.

Harapannya, PIP bisa meringankan biaya personal pendidikan sehingga mencegah peserta didik dari kemungkinan putus sekolah (drop out) atau tidak melanjutkan pendidikan akibat kesulitan ekonomi.

Selain itu, PIP ini juga memiliki objektif untuk menarik siswa putus sekolah (drop out) atau tidak melanjutkan supaya kembali mendapatkan layanan pendidikan di sekolah/Sanggar Kegiatan Belajar (SKB)/Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM)/Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP)/Balai Latihan Kerja (BLK) maupun satuan pendidikan nonformal lainnya.

Baca Juga: Sekolah Negeri atau Sekolah Swasta, Pilih Mana?

3. Bagaimana Cara Mendapatkan KIP?

Cara mendapatkan KIP juga mudah kok!
Ternyata tidak sulit loh untuk mendapatkan KIP

Kamu bisa mendaftar dengan membawa Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) milik orang tuamu menuju lembaga pendidikan terdekat atau sekolah. Selanjutnya, sekolah akan mendaftarkannya ke dalam aplikasi Data Pokok Pendidikan (Dapodik). 

Namun, jika kamu tidak memiliki KKS, maka orang tuamu dapat meminta Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) kepada RT/RW dan Kelurahan/Desa terlebih dahulu untuk melengkapi syarat pendaftaran.

Perlu diingat, jangan sampai KIP milikmu hilang atau rusak! Kamu harus menyimpan juga menjaganya sebaik mungkin. KIP ini akan menjadi penanda/identitas penerima bantuan pendidikan PIP. Kartu ini memberimu jaminan dan kepastian sebagai penerima bantuan pendidikan. Karena itu, jangan sampai hilang.

Untuk penggantian kartu baru, kamu wajib memberitahukan nomor KIP dan menyertakan identitas diri. Setiap anak penerima bantuan pendidikan PIP hanya berhak mendapatkan satu KIP.

4. Berapa Besaran Dana Manfaat PIP?

Kamu bisa gunakan dana dari program ini untuk memenuhi kebutuhanmu selama sekolah.
Pakai uangnya dengan bijak loh gaes!

Setelah mengetahui proses mendapatkan KIP, kamu juga mesti mengetahui fasilitas apa yang berhak kamu terima. Adapun besaran dana yang diberikan kepada penerima PIP yaitu:

  1. Peserta didik SD/MI/Paket A mendapatkan Rp450.000,-/tahun;
  2. Siswa tingkat SMP/MTs/Paket B mendapatkan Rp750.000,-/tahun;
  3. Peserta didik SMA/SMK/MA/Paket C mendapatkan Rp1.000.000,-/tahun.

Mengenai penggunaan dana PIP, kamu boleh menggunakannya untuk membantu memenuhi biaya kebutuhan selama sekolah, mulai dari membeli perlengkapan sekolah/kursus, uang saku, biaya transportasi, biaya praktik tambahan, dan biaya uji kompetensi. Gunakan secara bijak ya!

Itulah 4 hal soal serba-serbi PIP dan KIP. Apabila kamu berencana membuat KIP, siapkan dari sekarang persyaratan yang dibutuhkan. Teruslah belajar dan bersekolah, selalu semangat dan pantang menyerah! 

Kejarlah mimpi-mimpimu meskipun setinggi langit bersama SimulasiKu. Ada kelas online, try out dan artikel seputar dunia pendidikan yang bisa kamu akses. Tunggu apalagi? Buruan daftar!

Baca Juga: Kampus Merdeka: Ketahui 4 Hal Ini agar Semakin Merdeka Belajar!

Editor: Agnes Zefanya Yonatan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Contact Us