Diploma dan Sarjana, Yuk Intip Apa Arti dan 5 Perbedaannya

Istilah diploma dan sarjana kerap kali menjadi topik pembahasan yang menarik, apalagi bagi  kamu yang duduk di bangku akhir sekolah menengah atas atau sederajat. Mulai dari bingung menentukan kuliah jurusan apa, kuliah di kampus mana, hingga mau S1 atau diploma, ada-ada saja masalah tentang kedua hal ini. Semua masalah ini bisa mulai kamu pikirkan dari sekarang sehingga kedepannya kamu tidak salah langkah dalam mengambil keputusan. So biar kamu gak bingung apa perbedaannya, yuk simak artikel berikut!

1. Apa sih Arti Diploma dan Sarjana?

Kenali dulu pengertian diploma dan sarjana sebelum mendalami perbedaannya.
Tujuan pendidikan vokasi dan pendidikan akademik memang berbeda ya!

Secara garis besar,  diploma atau pendidikan vokasi merupakan pendidikan tinggi yang menyiapkan mahasiswa untuk pekerjaan dengan keahlian terapan tertentu. Sedangkan pendidikan tinggi program sarjana/pascasarjana merupakan pendidikan akademi yang mengarah pada penguasaan dan pengembangan cabang ilmu Pengetahuan dan teknologi. 

Program vokasi terdiri atas diploma satu (D1), diploma dua (D2), diploma tiga (D3), dan diploma empat (D4) atau sarjana terapan (S.Tr).  Sedangkan program akademik mencakup sarjana (S1), pasca sarjana (S2), dan doktoral (S3). Bagaimana, sudah mulai paham dengan perbedaannya?

2. Lama Kuliah yang Berbeda

Nyatanya, durasi kuliah diploma dan sarjana juga berbeda loh.
Kamu lebih suka yang mana nih?

Waktu tempuh studi untuk program vokasi serta program sarjana tentu berbeda-beda. Kamu yang mengambil program D1 hanya akan berlangsung satu tahun. Begitu pula dengan D2 yaitu 2 tahun, D3 selama 3 tahun dan D4 sepanjang 4 tahun. Sedangkan pada program sarjana, kuliah dilakukan selama 4 tahun. Penyebab lama waktu tersebut adalah beban SKS (Satuan Kredit Semester) yang juga berbeda. SKS untuk D1 ialah 32 SKS, D2 yakni 64 SKS, D3 yaitu 112 SKS, dan D4 mirip halnya dengan sarjana 144 SKS. 

Mahasiswa yang berhasil menyelesaikan kuliahnya akan mendapatkan gelar Ahli Pertama (A.P) untuk D1, Ahli Muda (A.Ma) bagi D2, dan Ahli Madya (A.Md) buat lulusan D3. Sama halnya dengan diploma, sarjana yang lulus akan mendapatkan gelar juga. Gelar tersebut seperti S.Pd , S.I.Kom, S.T, dan lain-lain.  Kamu bisa mulai menentukan nih, kira-kira mau milih gelar apa ya?

Baca Juga: TOEFL VS IELTS: Ini Dia 5 Perbedaannya!

3. Komposisi Perkuliahan

Kompisisi perkuliahan dua pendidikan tinggi ini pun bertolak belakang.
Kamu yang lebih suka praktik keitmbang teori masuk diploma aja!

Perbedaan paling terlihat antara diploma dan sarjana ada pada komposisi perkuliahannya. Program diploma lebih menitikberatkan pada praktik ketimbang teorinya. Selain itu, perkuliahan diploma dilakukan 60% untuk praktik dan 40% teori. Kebalikan dari sebelumnya, program sarjana lebih banyak membahas teori 60% sedangkan praktiknya hanya 40%. 

Tak mengherankan apabila banyak mahasiswa diploma yang sering ke lapangan. Mereka tak asing lagi dengan praktik laboratorium, studio, atau membuat laporan hasil praktikum. Tapi kalau kamu lebih suka banyak teorinya ketimbang praktik, kamu bisa memilih sarjana. Di sini kamu akan belajar seputar kajian ilmiah, pengembangan ilmu pengetahuan, membuat jurnal sampai melakukan penelitian.  Yuk, mulai cari tahu kamu lebih suka yang mana nih?

4. Pendaftarannya Berbeda

Cari tahu dulu bagaimana cara mendaftarnya!
Jangan lupa siapkan syarat pendaftaran ya!

Mendaftar bisa dilakukan lewat berbagai jalur. Pendaftaran program sarjana atau D4 biasanya melalui SNMPTN (Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi), SBMPTN (Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi), atau Ujian Mandiri. Sementara untuk program D3 bisa dengan cara mengikuti SNMPN (Seleksi Nasional Masuk Politeknik Negeri) atau SBMPN (Seleksi Bersama Masuk Politeknik Negeri). Kampus yang memiliki program diploma juga biasanya akan membuka pendaftaran. Mereka akan menyelenggarakan tes tertulis di kampus masing-masing ataupun melalui jalur rapor. Jangan lupa persiapkan persyaratannya dengan baik ya!

5. Lebih Bagus Diploma atau Sarjana?

Lantas, mana sih yang lebih baik?
Semua kembali lagi ke pilihanmu

Jawabannya adalah semua bagus. Perbandingan tersebut tidak bisa dilakukan secara apple to apple. Diploma ataupun sarjana memiliki karakteristik yang berbeda dan khas. Pilihan untuk menentukan diploma atau sarjana akhirnya akan kembali pada kamu sendiri. Kalau kamu ingin kuliah yang cepat, kamu bisa memilih diploma. Senang dengan hal-hal yang teoretis? Program sarjana cocok untukmu. Semua itu disesuaikan dengan ketertarikan dan minat kamu. Gimana nih, sudah dapat pencerahan soal diploma dan sarjana ?

Kira-kira itulah perbedaan antara diploma dan sarjana, baik dari tujuan akhirnya, waktu studi, komposisi perkuliahan, hingga cara mendaftarnya. Kamu bisa mulai dengan menanyakan pada diri sendiri pilihan mana yang tepat. Jangan sampai keputusan yang kamu buat menjadi sebuah penyesalan ya.

Biar persiapan masuk kampusnya lebih matang, kamu boleh banget ikut kelas di Simulasiku,id. Banyak pilihan kelas online, video materi, sampai try out nya juga ada lho! Yuk cek website-nya!

Baca Juga: Kiat-Kiat Memperoleh Beasiswa S2 Dalam Negeri

Editor: Agnes Zefanya Yonatan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Contact Us