4 Mitos Seputar Ilmu Komputer, Gak Hanya Belajar Microsoft Office, lo!

Ilmu Komputer sudah lama muncul di Indonesia. Sejak Universitas Indonesia (UI) mulai membukanya pada tahun 1986, jurusan tersebut telah menyebar di berbagai tempat di Indonesia. Sekarang, baik perguruan tinggi negeri maupun swasta sudah banyak yang membuka program studi (prodi) tersebut.

Walaupun sudah lumrah di telinga masyarakat, masih saja banyak pandangan keliru yang beredar seputar jurusan ini. Kekeliruan tersebut berpengaruh terhadap para mahasiswanya yang sering mendapat image salah oleh masyarakat. Selain itu, kondisi ini juga berpotensi menyesatkan para calon mahasiswa yang berniat menekuni ilmu tersebut. Adanya informasi yang salah itu, mereka rentan merasa salah mengambil jurusan ke depannya.

Nah, biar Sobat SimulasiKu tidak ikutan keliru, berikut ulasan tentang mitos-mitos yang berkembang seputar jurusan Ilmu Komputer. Simak informasinya baik-baik, ya!

1. Mitos 1: Ilmu Komputer Cocok bagi yang Tidak Suka Matematika

Ilmu Komputer Cocok buat yang Tidak Suka Matematika
Matematika menjadi dasar bagi berkembangnya ilmu komputer

Setelah penat bertemu matematika, fisika, dan kimia sewaktu SMA, kamu berniat ingin kabur dari yang namanya hitung-hitungan semasa kuliah nanti. Dengan percaya diri, kamu pun memilih Ilmu Komputer. Sayangnya, jurusan tersebut nyatanya pengembangan lebih lanjut dari matematika. Di dalamnya, matematika membantu para penggiatnya dalam mengembangkan algoritme yang efisien dan efektif. Algoritme yang baik inilah yang akan menjadi dasar perintah bagi komputer dalam melakukan sesuatu.

Pernah mendengar tentang matematika diskret? Nah, matematika yang satu itu begitu khas dalam jurusan ini sehingga juga populer dengan sebutan matematika informatika. Karena termasuk subjek dasar, secara otomatis, mahasiswa pun wajib menguasai matematika yang berfokus pada bilangan cacah itu.

Kendati demikian, Sobat SimulasiKu tidak harus sudah mahir matematika ketika ingin mendaftar program studi ini. Hal ini karena kamu akan kembali mempelajari apa saja yang menjadi kebutuhan dalam menyelesaikan perkuliahan. Intinya, Sobat SimulasiKu hanya perlu menyukai bidang tersebut saja supaya dapat belajar dengan baik.

2. Mitos 2: Ilmu Komputer Hanya tentang Pemrograman dan Komputer

Ilmu Komputer Hanya tentang Pemrograman dan Komputer
Pemrograman masuk ke dalam bidang Ilmu Komputer, tetapi tidak sebatas itu

Salah satu bentuk implementasi terbesar pada Ilmu Komputer adalah membuat program berdasarkan apa yang sudah kamu pelajari. Program tersebut akan memberi tahu komputer untuk melakukan sesuatu. Tentu saja, mahasiswa harus menulisnya terlebih dahulu dalam bahasa pemrograman dan itulah mengapa banyak mahasiswa berfokus pada bagian pemrogramannya.

Walaupun begitu, ilmu yang merupakan subbidang matematika ini jauh lebih luas dari hanya sekadar pemrograman. Di dalamnya, Sobat SimulasiKu bukan hanya akan mempelajari implementasinya, melainkan juga teori dan prinsip yang melandasinya. Bahkan, terdapat beberapa mata kuliah yang tidak membutuhkan pemrograman dan komputer sama sekali, lo! Program dan komputer memang merupakan alat yang berguna untuk mencapai tujuan Ilmu Komputer, tetapi ia tidak terpaku hanya pada keduanya.

Baca juga: Mengenal Jurusan Ilmu Komputer, Cocok buat Kamu yang Tertarik Dunia IT

3. Mitos 3: Mempelajari Photoshop, Canva, Microsoft Office, dan Sejenisnya

Ilmu Komputer Mempelajari Photoshop, Canva, Microsoft Office, dan Sejenisnya
Masuk Ilmu Komputer karena ingin belajar Photoshop adalah kekeliruan

Ketika memasuki jurusan ini, Sobat Simulasiku tentu akan mempelajari dan menggunakan beragamperangkat lunak alias software. Namun, software yang Sobat SimulasiKu akan fokus pelajari adalah yang berkaitan dengan sisi teknis dari ilmu ini dan bukan sejenis Photoshop, Canva, maupun Microsoft Office. Pasalnya, perangkat-perangkat lunak tersebut tidak menghasilkan produk yang menjadi fokus dari Ilmu Komputer, setidaknya di Indonesia.

Selain itu, masih banyak yang beranggapan bahwa jurusan ini merujuk kepada bidang desain grafis sekalipun sudah jelas ia berada di bawah lingkup matematika. Ini kemungkinan besar terjadi karena penggunaan kata “komputer” di namanya. Terlebih lagi, banyak penggiat desain grafis yang juga menggunakan komputer saat bekerja. Padahal, perlu kamu ketahui, desain grafis merupakan fokus pada jurusan Desain Komunikasi Visual atau Multimedia.

4. Mitos 4: Merupakan Tukang Reparasi AC, Printer, dan Perangkat Elektronik Lainnya

Merupakan Tukang Reparasi AC, Printer, dan Perangkat Elektronik Lainnya
Anak Ilmu Komputer sering dikira tukang reparasi segalanya

“Anak Ilkomp, kan? Televisi, kulkas, printer-ku rusak semua. Benerin, dong!” perintah seseorang kepada temannya.

Kalimat di atas dan sejenisnya mungkin adalah sebuah candaan dan mungkin saja tidak, apalagi jika yang berbicara adalah seorang atasan. Anak Ilmu Komputer pun menjadi bingung ketika harus berhadapan dengan perangkat keras dari suatu mesin yang spesifik. Padahal, yang dipelajari adalah bagian algoritme dan logika dari sebuah mesin komputasi.

Memang, terdapat beberapa mata kuliah yang mempelajari bagian perangkat keras komputer. Namun, itu pun hanyalah komputer secara umum dan abstrak. Tidak ada mata kuliahnya di mana mahasiswa mempelajari printer, AC, dan perangkat sejenisnya.

Begitulah anggapan keliru yang sering muncul di masyarakat terkait Ilmu Komputer. Dengan mengetahuinya, semoga kamu tidak salah lagi dalam menilai mereka yang terjun ke dunia itu. Bagi Sobat SimulasiKu yang sedang mempersiapkan UTBK untuk proses masuk ke Ilmu Komputer dan jurusan lainnya, yuk, belajar bareng di simulasiku.id!

Baca juga: Ini Loh 10 Jurusan Unik dan Langka yang Ada di Dunia!

Editor: Fria Sumitro

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Contact Us