Menilik Sejarah SBMPTN: Sepak Terjang Ujian Tulis Masuk Perguruan Tinggi

SBMPTN, jalur masuk perguruan tinggi yang kerap kali calon-calon penghuni kampus tempuh nyatanya memiliki sejarahnya sendiri lo. Mulai dari cara pengerjaan ujiannya yang telah berubah, dari ujian atau tes tulis menjadi ujian berbasis komputer. Hingga saat seleksi masuk perguruan ini masih belum bernama SBMPTN. Pertanyaannya, apa kamu sudah mengetahui sejarah dari SBMPTN?

Nah, kali ini kita akan meminjam profesi para time-traveler untuk berkunjung ke masa lalu agar lebih memahami sejarah SBMPTN. Baiklah, tanpa perlu basa-basi, kita mulai perjalanan waktu kita!

1. 2008, Cikal-Bakal SBMPTN

Sejarah sbmptn dahulunya bernama snmptn
Ternyata dahulu ujian tulis bernama SNMPTN!

Tentu sudah banyak yang mengetahui jika SBMPTN dan SNMPTN adalah dua jalur masuk perguruan tinggi yang berbeda. Namun pada tahun 2008, jalur masuk PTN melaui ujian tulis justru bernama SNMPTN. Sedangkan, penerimaan mahasiswa baru dengan jalur undangan sendiri masih bernama Penelusuran Minat dan Kemampuan (PMDK).

SNMPTN sendiri pertama kali dikenalkan untuk menggantikan sistem pernerimaan mahasiswa baru  dengan nama SPMB yang menuai polemik. Rasanya polemik memang selalu hadir menemani sepak terjang sistem pendidikan Indonesia. Selain itu, pada tahun ini jugalah pendaftaran seleksi penerimaan mahasiswa baru sudah mulai dilakukan secara online.

2. 2010-2011, Masa-masa Penting Sebelum SBMPTN Lahir

sejarah sbptn yaitu adanya kebijakn baru dari pemerintah
Kebijakan baru dari Menteri Pendidikan Nasional menyebabkan berubahnya formasi SNMPTN

SNMPTN, sebagai pendahulu SBMPTN terus mengalami modifikasi dalam sepak terjangnya. Modifikasi SNMPTN pada masa ini menyesuaikan peraturan baru terkait penerimaan mahasiswa baru dari Menteri Pendidikan Nasional yang terbit pada penghujung tahun 2010. Dengan demikian, SNMPTN pada tahun 2011 memiliki dua jalur untuk proses seleksinya, yaitu jalur undangan dan jalur ujian tertulis.

3. 2013, SBMPTN Pertama

Sejarah SBMPTN pertama kali hadir
SBMPTN untuk pertama kalinya digunakan untuk penyebutan ujian tulis pada tahun 2013

Pada tahun 2013, jalur ujian tulis tak lagi menjadi bagian dari SNMPTN dan secara resmi memiliki namanya sendiri, yaitu Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi (SBMPTN). Sedangkan SNMPTN menjadi nama resmi bagi jalur undangan. Ada 62 Perguruan Tinggi Negeri yang mengikuti SBMPTN. 

Nah, untuk ketentuan ujian tulis SBMPTN sendiri tak jauh berbeda ketika ujian tulis ini masih menggunakan nama SNMPTN. Para pendaftar SBMPTN dapat memilih kelompok ujian Saintek, Soshum, atau pun kelompok ujian Campuran. Selain itu, kuota penerimaan pada jalur SBMPTN tahun 2013 adalah sebanyak 50%. Selain itu ada juga tes keterampilan yang wajib para pendaftar program studi seni atau olahraga ikuti.

4. 2019, Babad Baru SBMPTN

(UTBK hadir sebagai inovasi SBMPTN, menggantikan ujian tulis berbaris cetak

Ada ‘aturan main’ yang baru bagi calon mahasiswa yang hendak mengikuti SBMPTN 2019. Jadi, SBMPTN 2019 dan ujian tulis menjadi dua kegiatan yang berbeda loh. Nah, pada SBMPTN yang sudah-sudah, para calon mahasiswa akan mendaftar dulu di kampus tujuannya kemudian barulah mengikuti tes. So, pada tahun 2019, calon mahasiswa harus mengikuti ujian tertulis dulu, baru kemudian menggunakan nilai UTBK-nya untuk mendaftar di kampus tujuannya.

Ujian tertulis pada SBMPTN 2019 sudah benar-benar menggunakan komputer untuk pengerjaannya dan ujian tulis berbasis cetak (UTBC) ditiadakan. Tujuannya, agar proses ujian menjadi lebih efisien. Selain itu, SBMPTN 2019 berlangsung secara bergelombang dan para pendaftar bisa mengikuti UTBK sebanyak dua kali.

Kebijakan baru SBMPTN ini tentu banyak menuai pro dan kontra. Ada yang mengeluh akan ribetnya prosesnya SBMPTN dengan kebijakan barunya. Tapi, ada juga yang justru mendukung kebijakan SBMPTN yang baru itu, karena akan sangat membantu saat nanti mereka menentukan program studi tujuan.

5. 2020-2021, Histori SBMPTN di tengah Badai Covid-19

Merebaknya Covid-19, menjadikan SBMPTN 2020-2021 sedikit berbeda

Ada yang istimewa dari SBMPTN 2020, yaitu penyelenggaraannya di tengah pandemi Covid-19. Nah, karena adanya pandemi itulah ada beberapa kebijakan baru untuk SBMPTN tahun 2020. Mulai dari hanya dua pelakasanaanya yang menjadi dua sesi hingga materi TPS saja yang diujikan. Selain itu, mentaati protokol kesehatan juga menjadi peraturan wajib bagi para pendaftar.

Nah, SBMPTN 2021 sedikit berbeda pelaksanaannya dengan SBMPTN 2020. Hanya saja materi tes kemampuan akademik (TKA) yang kembali hadir sebagai soal ujian seperti pada tahun 2019. Kemudian, pada SBMPTN 2021 mengharuskan para pendaftarnya memilih program besamaan saat mendaftar tes UTBK. Hal itu tentu berbeda dengan SBMPTN tahun 2020 maupun 2019.

Nah, demikianlah sejarah dari SBMPTN sebagai salah satu jalur untuk masuk perguruan tinggi Indonesia. Sedikit-banyak mungkin bisa menambah informasimu akan histori dari seleksi penerimaan masuk perguruan tinggi Indonesia dari tiap-tiap masanya. Oh ya, jika kamu sedang dalam rangka mempersiapkan diri untuk mengikuti UTBK, ada kelas online dan tryout dari Simulasiku loh!

Terakhir, tetap semangat ya wahai para pejuang UTBK!

Editor: Putri Zuhairah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Contact Us