Jurusan Sains Atmosfer dan Keplanetan, Apa Bedanya dengan Astronomi?

Di film-film science fiction, sering terdapat adegan di ruang angkasa. Kelihatannya, ruang angkasa itu indah, tapi juga misterius. Nah, kalau tertarik dengan hal semacam itu, mungkin kamu bisa kepoin jurusan Sains Atmosfer dan Keplanetan, nih.

Namanya saja sudah keren karena ada kata “atmosfer” dan “planet”. Pikiran pun juga langsung teringat dengan ilmu astronomi. Namun, apakah keduanya sama? Untuk menemukan jawabannya, berikut ulasan seputar jurusan unik ini. Baca sampai habis, ya!

1. Sains Atmosfer dan Keplanetan, Belajar Luar-Dalam Atmosfer

Sains Atmosfer dan Keplanetan, Belajar Luar-Dalam Atmosfer. Pexels
Sains Atmosfer dan Keplanetan mempelajari astrofisika dan hubungannya bagi Bumi

Sesuai namanya, jurusan Sains Atmosfer dan Keplanetan (SAP) mempelajari dua hal: atmosfer dan segala hal tentang planet. Merupakan jurusan yang hanya ada di ITERA (Institut Teknologi Sumatera), garis besar yang akan Sobat pelajari juga terbagi dua.

Yang pertama adalah atmosfer dekat, yakni cuaca dan iklim Bumi. Yang kedua adalah atmosfer jauh. Di sini, Sobat akan mengamati bagaimana pengaruh Matahari ke planet lain yang ada di tata surya.

Perlu kamu ketahui pula, jika Astronomi berfokus pada apa pun yang berada di luar lapisan Bumi, baik itu berpengaruh atau tidak terhadap kehidupan, SAP mempelajari ruang angkasa—misalnya astrofisika—dan atmosfer untuk melihat bagaimana hal-hal tersebut memengaruhi kehidupan manusia. Jadi, ada “bumbu-bumbu” klimatologi dan meteorologinya.

2. Apa Bedanya dengan Astronomi?

Astronomi ITB. Pexels
Berbeda dengan Astronomi, jurusan ini juga mempelajari bagian dalam atmosfer

Satu-satunya rujukan Astronomi di Indonesia adalah jurusan milik ITB (Institut Teknologi Bandung). Di ITB, Sobat akan benar-benar mendalami astronomi sebagai suatu cabang ilmu yang murni. Itu artinya, ilmu ini tidak memedulikan unsur praksisnya.

Dalam ilmu tersebut, kamu akan mengulik astronomi sampai ke akarnya dan mengikuti perkembangan zaman. Pembahasan tersebut terdapat pada mata kuliah Kosmologi dan Ekstragalaksi.

Lain halnya dengan Sains Atmosfer dan Keplanetan. SAP berkutat dengan bagian astrofisikanya sehingga jelajah-jelajah ruang angkasa akan lebih banyak mahasiswa pelajari dalam bentuk model dan hitungan. Pada kurikulumnya pula, banyak mata kuliah menggunakan istilah fisika.

Selain itu, berbeda dengan Astronomi ITB, Sains Atmosfer dan Keplanetan mempelajari hubungan semua itu terhadap kehidupan di Bumi, seperti cuaca, iklim, dan pertanian.

Baca juga: Mengenal Jurusan Teknik Fisika, Jurusan Teknik yang Fisika Banget!

3. Mata Kuliah Sains Atmosfer dan Keplanetan

Mata Kuliah Sains Atmosfer dan Keplanetan. Pexels
Salah satu mata kuliahnya yang unik adalah Elektronika Satelit

Nah, saatnya membedah lebih dalam tentang mata kuliahnya. Sobat sudah tahu kalau fokus SAP lebih menjurus pada astrofisika. Contohnya adalah Fisika Bintang, Matahari, Awan dan Aerosol, dan Galaksi. Terdapat juga Optik Astronomi, Astrorobotika, Fenomena Gelombang, serta Termodinamika dan Radiasi. 

Jurusan Sains Atmosfer dan Keplanetan juga punya mata kuliah yang berkolaborasi dengan cabang ilmu lain. Mau yang berbau Elektronika dan IT? Terdapat Elektronika Satelit, dan Instrumentasi Antariksa, IOT dan SAP, Komputasi SAP, dan Analisis Data Satelit. Mau yang berbau biologi? Ada Astrobiologi. Mau pertambangan? Ada Astromining.

Dari ruang angkasa itu, kita terapkan ke kehidupan sehari-hari dengan mencari hubungannya terhadap fenomena di lapisan udara Bumi. Contoh mata kuliahnya adalah Agroklimatologi, Dinamika Atmosfer Menengah dan Atas, Energi Angin dan Matahari, Modifikasi Cuaca, Hidrometeorologi, Perubahan Iklim, juga Pemodelan Cuaca, Iklim, dan Pencemaran Udara.

4. Fasilitas Jurusan

Fasilitas Jurusan. Pexels
Jurusan ini punya teleskop dan segudang perlengkapan tambahannya

Jurusan Sains Atmosfer dan Keplanetan memiliki laboratorium, lo! Laboratoriumnya berisi bermacam-macam peralatan khusus untuk mengamati berbagai kejadian di angkasa, antara lain

  • teleskop pengamatan matahari Coronado Telescope 90mm,
  • lightning and storm detector untuk mendeteksi hal-hal yang berhubungan dengan badai dan petir,
  • alat pengukur rembesan air tanah infiltrometer,
  • teleskop medium, dan
  • sekumpulan alat (kit) untuk mendeteksi polusi udara.

Untuk teleskopnya sendiri, terdapat berbagai macam grating (goresan pada lensa yang dapat memengaruhi perambatan cahaya) dan filter lensa. Teknologi ini membuatmu dapat menganalisis berbagai macam hal. Beberapa contoh yang tersedia di SAP adalah star analyser, DSLR adapter, dan photometric filter set.

5. Prospek Kerja Sains Atmosfer dan Keplanetan

Prospek Kerja Sains Atmosfer dan Keplanetan. Pexels
Karena memiliki pengetahuan di bidang agroklimatologi, lulusannya dapat bekerja di sektor agrikultur

Prospek kerja jurusan Sains Atmosfer dan Keplanetan ini merupakan perpaduan antara program studi Astronomi serta Meteorologi dan Klimatologi. Secara umum, lulusannya terbuka lebar untuk bekerja sebagai

  • astronom profesional,
  • peneliti di lembaga penelitian, seperti LAPAN, BMKG, dan BPPT, atau universitas,
  • staf ahli pada pemerintahan,
  • spesialis lingkungan,
  • meteorologis,
  • klimatologis,
  • ahli kualitas udara,
  • analis cuaca, dan
  • pekerja di telekomunikasi yang membutuhkan satelit.

Ternyata, gak cuma jurusannya, prospek kerja dan mata kuliah dari Sains Atmosfer dan Keplanetan pun juga unik. Setelah membaca artikel di atas, apakah Sobat tertarik? Eits, sebelum itu, pastiin dulu apakah kamu sudah layak atau belum masuk jurusan tersebut. Kalau belum, tenang, SimulasiKu punya solusinya!

Di sana, ada banyak media pembelajaran, seperti video pembelajaran dan bimbel intensif. Tahu gak kalau SimulasiKu baru aja ngadain try out? Nah, supaya gak ketinggalan try out selanjutnya, buruan cek website-nya sekarang juga!

Baca juga: 4 Kampus Negeri yang Menyediakan Jurusan Tata Rias, Kamu Tertarik?

Editor: Fria Sumitro

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Contact Us