5 Fakta Unik Seputar Jurusan Farmasi, Tidak Hanya Meracik Obat!

Banyak orang yang menganggap Jurusan Farmasi hanya sekadar mempelajari tentang cara meracik obat dan setelah lulus pasti menjadi apoteker. Padahal, dunia farmasi tidak sesempit itu, lo! Ada banyak bidang yang menjadi konsentrasi jurusan Farmasi yang jarang diketahui.

Bagi Sobat SimulasiKu yang ingin berkecimpung di dunia medis selain menjadi dokter atau perawat, wajib banget nih untuk kenalan lebih jauh dengan Jurusan Farmasi! Yuk, simak penjelasannya di bawah ini!

1. Mengenal Jurusan Farmasi

mengenal jurusan farmasi
Ilmu farmasi tak hanya mencakup bidang medis

Secara umum, Farmasi merupakan kombinasi antara ilmu kesehatan dengan ilmu kimia. Kamu akan banyak berkutat dengan senyawa kimia yang berpotensi untuk menjadi bahan baku suatu obat. Selain itu, kamu juga akan mempelajari cara menentukan obat yang tepat untuk suatu jenis penyakit dan bagaimana obat tersebut dapat bekerja secara efektif tanpa efek samping. 

Tugasmu tak hanya meracik, melainkan juga memanajemen obat-obatan yang ada, meliputi pendistribusian dan cara penyimpanannya. Perlu kamu tahu, ilmu farmasi tak hanya melulu soal medis, tetapi juga bisa diterapkan di bidang-bidang lain. Makanan, kosmetik, dan perawatan kulit contohnya.

Baca juga: 6 Perbedaan Jurusan Teknik Kimia dan Kimia Murni, Sudah Tahu Belum?

2. Peminatan dan Mata Kuliah

farmasi bahan organik
Farmasi Bahan Organik mempelajari obat-obatan tradisional

Di Jurusan Farmasi ada beberapa fokus kajian yang bisa kamu pilih, seperti Farmasi Klinik dan Komunitas, Farmasi Sains dan Teknologi, Farmasi Industri, serta Farmasi Bahan Organik. Meskipun setiap kampus mungkin memiliki peminatan yang berbeda, tetapi berikut penjelasan peminatan Farmasi secara umum.

a. Farmasi Klinik dan Komunitas

Sesuai namanya, cabang ilmu farmasi yang satu ini akan menitikberatkan pembelajaran pada kesehatan dan jenis obat apa yang sesuai untuk mengobati jenis penyakit tertentu. Kamu juga akan belajar ilmu komunikasi agar dapat terjun ke masyarakat sebagai penyedia layanan kesehatan yang berkualitas. 

Jika kamu bercita-cita menjadi seorang apoteker, maka Farmasi Klinik dan Komunitas adalah peminatan yang cocok untukmu. Adapun, beberapa mata kuliah yang akan kamu dapatkan di dalamnya, meliputi:

  • Manajemen Farmasi Rumah Sakit
  • Komunikasi Farmasi dan Konseling
  • Toksikologi Klinik
  • Interaksi Obat

b. Farmasi Sains dan Teknologi

Farmasi Sains dan Teknologi cocok untuk kamu yang suka meneliti dan berkutat di laboratorium. Dalam peminatan ini, kamu akan mempelajari proses pengembangan senyawa obat baru, sintesis obat, serta optimasi penggunaannya. Gambaran mata kuliahnya adalah sebagai berikut:

  • Kimia Analisis
  • Teknologi Proses dan Bioproses
  • Farmakogenomik dan Farmakogenetik
  • Terapi Sel Punca dan Molekuler

c. Farmasi Industri

Di Farmasi Industri, kamu akan belajar bagaimana cara memproduksi obat-obatan yang aman dan sesuai dengan dosis yang dibutuhkan. Tak hanya itu, kamu juga akan mempelajari masalah penanganan limbah sebagai by product suatu industri, regulasi, hingga pemasaran produk farmasi. Mata kuliah yang berada dalam naungan Farmasi Industri, yaitu:

  • Perencanaan Produk dan Pengelolaan Persediaan
  • Manajemen Produksi dan Pemasaran
  • Teknologi Pengemasan
  • Uji Klinik

d. Farmasi Bahan Organik

Terakhir, ada Farmasi Bahan Organik yang berfokus pada obat-obatan tradisional. Kamu akan mengkaji obat-obatan yang berasal dari alam dan hewan, serta mempelajari berbagai metode pengobatan tradisional. Peminatan ini mencakup mata kuliah:

  • Fitoterapi
  • Jaminan Kualitas Bahan Baku Herbal
  • Analisis Kimia Tumbuhan Obat
  • Analisis Jamu dan Obat Herbal Lainnya

Baca juga: 6 Jurusan Kuliah IPA yang Menjamin Masa Depan untuk Perempuan, Apa Saja?

3. Kampus dengan Jurusan Farmasi Terbaik

rekomendasi kampus jurusan farmasi
Salah satu Jurusan Farmasi terbaik berada di UB

Melansir lembaga pemeringkatan Times Higher Education World University Rankings (THE WUR) tahun 2022, berikut 6 PTN dengan Jurusan Farmasi terbaik di Indonesia:

4. Lulus Langsung Jadi Apoteker?

profesi apoteker
Apoteker harus mengambil pendidikan tambahan

Sudah menjadi rahasia umum, prospek kerja utama lulusan Farmasi adalah menjadi apoteker. Profesi yang satu ini tentunya semakin menjanjikan, terlebih di masa pandemi Covid-19 seperti sekarang ini. Namun, untuk menjadi seorang apoteker ternyata tidak semudah itu, lo

Kamu tidak bisa langsung menjadi apoteker begitu lulus S1. Setelah memegang gelar sarjana farmasi (S. Farm.), kamu harus mengambil pendidikan profesi apoteker lagi selama satu tahun untuk mendapatkan gelar apoteker (Apt.) dan membuka praktik.

5. Prospek Kerja Lainnya

prospek kerja jurusan farmasi
Ahli farmasi bertugas meracik obat

Selain menjadi seorang apoteker, lulusan Farmasi juga berpeluang besar untuk bekerja di bidang-bidang lainnya. Berikut ini beberapa profesi yang bisa kamu tekuni beserta kisaran gajinya:

a. Ahli Farmasi

Profesi ahli farmasi sangat dibutuhkan di setiap rumah sakit, puskesmas, klinik pengobatan, sampai laboratorium. Tugas utamanya adalah meracik kebutuhan obat-obatan serta memberi informasi seputar obat kepada masyarakat sebelum dikonsumsi.

Seorang ahli farmasi memerlukan lisensi khusus atau sertifikasi resmi. Adapun, gajinya berkisar Rp85 juta per tahun atau bisa lebih besar, bergantung pada pengalaman dan jabatannya.

b. R&D

Di sektor industri, seperti industri makanan minuman atau kosmetik, lulusan Farmasi dapat mengisi divisi research and development (R&D).

Seorang R&D bertugas untuk menentukan formula dan teknik pembuatan yang menentukan bahan baku utama suatu produk. Para pekerja farmasi industri dapat memperoleh gaji sekitar Rp60-90 juta per tahun.

c. Tenaga Pendidik

Lulusan Farmasi juga bisa berkecimpung di ranah pendidikan, khususnya bila kamu sudah berpengalaman dan menempuh pendidikan minimal S2. Kamu bisa menjadi dosen di bidang ilmu kefarmasian dengan nominal gaji berkisar Rp60 juta per tahun.

d. Lembaga Pemerintahan

Selain ketiga profesi di atas, kamu juga dapat bekerja di lembaga resmi, seperti Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Lulusan Farmasi biasanya berperan dalam manajemen mutu atau divisi lainnya yang bertugas menjamin kualitas makanan dan minuman sebelum tersebar ke masyarakat luas. 

Di samping itu, kamu juga memiliki tanggung jawab dalam hal melegalkan obat atau makanan sesuai standar yang berlaku. Gajinya pun sangat menggiurkan, yakni Rp 50-100 juta per tahun. 

Nah, itulah serba-serbi Jurusan Farmasi, mulai dari info kuliah, peminatan, kampus terbaik, hingga prospek kerjanya. Agar kamu bisa meraih jurusan impianmu, kamu bisa belajar bersama SimulasiKu melalui video materi, ikut bimbel intensif UTBK, maupun mengerjakan try out online setiap minggunya. Yuk, ikutan!

Editor: Arin Khurota

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Contact Us