Yuk Kenalan Sama Konjungsi, Pengertian, dan Macam-macamnya

Setiap kali membaca buku, tulisan, atau ketika berbicara, sering kali kamu bertemu dengan yang namanya konjungsi. Singkatnya, konjungsi ini berfungsi untuk menghubungkan kata, frasa, klausa, dan kalimat dalam sebuah tulisan. Keberadaannya ini penting karena bisa mempengaruhi makna dari sebuah kalimat. Nah, berikut ini hal-hal yang perlu kamu ketahui soal konjungsi!

1. Pengertian Konjungsi

Kenali apa itu pengertian konjungsi.
Konjungsi disebut juga kata perangkai, sambung, penghubung, atau tugas

Sebelum kita membahas lebih dalam, ada baiknya kamu mengerti terlebih dahulu apa sih konjungsi itu? Berdasarkan buku Terampil Menulis Paragraf karangan Asul Wiyanto, konjungsi disebut juga kata perangkai, sambung, penghubung, atau tugas. Ia memang bertugas untuk merangkai, menyambung, menghubungkan kata dengan kata, frasa dengan frasa, kalimat dengan kalimat, maupun paragraf dengan paragraf. Kata sambung satu ini merupakan penanda kohesi yang amat sering digunakan.

2. Perbedaan Antara Kata, Klausa, dan Kalimat!

Sudah bisa membedakan antara kalimat, klausa, dan kata?
Kamu pernah bingung membedakan antara kata, klausa, dan kalimat?

Supaya kamu makin paham, ada baiknya kita cari tahu dahulu apa perbedaan antara kata, klausa, dan kalimat. Pastinya kamu sering kan mendengar ketiga istilah tersebut. Namun, kita acap kali masih merasa kalau mereka itu sama saja. Eits, tunggu dulu, ternyata ada perbedaannya lho! 

  1. Kalimat

Mengutip dari ivanlanin.wordpress.com, kalimat adalah satuan bahasa yang secara relatif berdiri sendiri, mempunyai pola intonasi final, dan secara aktual ataupun potensial terdiri atas klausa. Contoh dari kalimat adalah Rudi pergi ke pasar siang hari.

  1. Klausa

Klausa adalah satuan gramatikal yang berupa kelompok kata, sekurang-kurangnya terdiri atas subjek dan predikat serta memiliki potensi untuk menjadi kalimat. Contoh, Rudi pergi.

  1. Kata

Kata adalah satuan bahasa terkecil yang dapat berdiri sendiri. Misalnya, Rudi pergi ke pasar siang hari. Maka, kalimat tersebut memiliki 6 kata. 

Baca Juga: Makna Denotatif dan Konotatif, Apaan Tuh?

3. Apa Saja Jenis-jenis Konjungsi?

Ini dia beberapa jenis konjungsi!
Ada banyak jenis-jenis konjungsi, tahukah kamu?

Setelah mengetahui pengertiannya dan perbedaan antara kata, klausa, dan kalimat, kita lanjutkan dengan mengetahui jenis-jenis kata penghubung. Berdasarkan perilaku sintaksis (ilmu tata kalimat), konjungsi terbagi menjadi 4 bagian. Berikut penjelasan lengkapnya!

  1. Konjungsi koordinatif/setara menghubungkan dua unsur atau lebih yang kedudukannya sederajat atau setara. Berikut contoh konjungsinya:
  • Penambahan: dan.
  • Pemilihan: atau.
  • Perlawanan: melainkan.
  • Pertentangan: padahal.
  • Pendampingan: serta.
  • Perlawanan: tetapi.
  • Jumlah atau pilihan: dan/atau.
  1. Konjungsi subordinatif/bertingkat menghubungkan dua unsur atau lebih yang kedudukannya enggak setara. Istilah ini digunakan untuk mengenali anak kalimat guna menyambungkan dengan klausa utama dalam kalimat bersusun. Bentuknya seperti:
  • Sebab: sebab dan karena.
  • Syarat: kalau, jikalau, jika, bila, apabila. dan asal.
  • Tujuan: agar dan supaya.
  • Waktu: ketika, sewaktu, sebelum, sesudah, dan tatkala.
  • Akibat: sampai, sehingga, dan hingga.
  • Sasaran: untuk dan guna.
  • Perbandingan: seperti, sebagaimana, dan laksana.
  • Makna atributif: yang.
  1. Konjungsi korelatif/berpasangan yang berfungsi menghubungkan dua buah kata, dua buah frase, atau dua buah klausa yang memiliki status sama. Beberapa contohnya antara lain:
  • Baik….maupun….,
  • Tidak hanya…..tetapi juga…..,
  • Bukan hanya…melainkan juga….,
  • Demikian….sehingga….,
  • Sedemikian rupa sehingga……,
  • Apa(kah)…..atau,
  • Entah….entah…,
  • Jangankan….., …pun… .
  1. Konjungsi antarkalimat yang berperan sebagai penghubung antarkalimat dan sering digunakan pada awal kalimat baru dengan diikuti tanda koma. Kata sambung satu ini menghubungkan entitas kebahasaan yang ada dalam sebuah kalimat dengan entitas kebahasaan yang berada di luar kalimat itu. Beberapa contohnya antara lain:
  • Pertentangan: biarpun demikian, sekalipun demikian, dan walaupun begitu.
  • Lanjutan: kemudian, sesudah itu, dan selanjutnya.
  • Lain: tambahan pula, lagi pula, dan selain itu.
  • Kebalikan: sebaliknya.
  • Sebenarnya: sesungguhnya dan sebenarnya.
  • Penegasan: sahkan dan malah(han).
  • Pertentangan: akan tetapi dan namun.
  • Eksklusif dan inklusif: kecuali itu dan di samping itu.
  • Akibat: oleh karena itu dan oleh sebab itu.
  • Sebelumnya: sebelum itu.

Jadi, itulah pembahasan mengenai konjungsi. Semoga artikel ini bisa membantumu dalam belajar yes! Agar lebih mudah memahaminya, kamu bisa berlatih dengan mempraktikannya ke dalam tulisan. Jangan lupa untuk membaca artikel-artikel menarik lainnya di blog SimulasiKu. Kamu juga bisa mengikuti try out UTBK dan kelas online-nya. Yuk, buruan daftar! 

Sumber:

  1. https://narabahasa.id/linguistik-umum/kata/konjungsi-koordinatif-korelatif-subordinatif-dan-antarkalimat
  2. https://dosenbahasa.com/konjungsi
  3. https://plus.kapanlagi.com/konjungsi-adalah-kata-penghubung-ketahui-pengertian-jenis-jenis-dan-contohnya-9afbd9.html
  4. https://repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/28303/1/LINTANG%20AKHLAKULKHAROMAH-FITK.pdf

Baca Juga: Stratifikasi Sosial: Pengertian, Penyebab, Dasar-Dasar, hingga Bentuknya!

Editor: Agnes Zefanya Yonatan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Contact Us